Actions

Work Header

Mr. Imperfect

Summary:

Menolak teman masa kecilmu adalah satu hal. Bekerja sebagai bawahannya tujuh tahun kemudian saat dia sudah menjadi CEO sukses dan kamu hanyalah seseorang yang gagal, adalah hal lain.

Atau: Kisah tentang Kim Jongin yang menunggu, dan Do Kyungsoo yang akhirnya pulang.

Chapter 1: Prologue

Notes:

(See the end of the chapter for notes.)

Chapter Text

 


 

"Kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk dicintai. Kamu hanya perlu pulang."

 


 

Ada hukum tak tertulis yang diamini oleh seluruh populasi sekolah, mulai dari penjaga gerbang hingga kepala sekolah: Di mana ada Do Kyungsoo, maka dalam radius lima meter, pasti ada Kim Jongin.

Dulu, dunia Kyungsoo adalah sebuah panggung yang gemerlap, dan dia adalah pemeran utamanya. Dia cerdas, dia bersinar, dan dia dikelilingi oleh banyak orang. Namun, dari sekian banyak sorot lampu yang mengarah padanya, ada satu sorot yang paling menyilaukan—dan paling mengganggu.

Kim Jongin.

Jongin adalah bising di antara ketenangan yang Kyungsoo bangun. Jongin adalah warna neon yang mencolok di dalam palet monokrom hidupnya yang rapi. Laki-laki itu adalah definisi dari persistensi yang tak tahu malu; sebuah bayangan yang menolak hilang meski matahari sudah tenggelam. Jongin selalu ada di sana, menawarkan hati di atas nampan perak yang selalu Kyungsoo abaikan hingga dibiarkan begitu saja di meja.

Kyungsoo pikir, hatinya sekeras baja. Dia pikir, Jongin hanyalah gangguan statis di radionya yang bisa ia matikan kapan saja.

Hingga hari kelulusan itu tiba.

Hari di mana untuk yang keseribu kalinya, Kyungsoo mengucapkan kata "tidak". Namun, berbeda dari sembilan ratus sembilan puluh sembilan kali sebelumnya, kali ini Jongin tidak tertawa. Kali ini, Jongin tidak berkata, "Besok aku coba lagi ya, Soo."

Hari itu, Jongin tersenyum—senyum yang anehnya terlihat retak—dan berkata, "Oke. Bahagia ya, Kyungsoo."

Lalu, hening.

Dunia Kyungsoo yang bising mendadak sunyi senyap. Orbitnya kehilangan satelit. Dan seiring berjalannya waktu, hukum alam sepertinya mulai mempermainkan mereka. Roda nasib yang dulu menempatkan Kyungsoo di puncak, perlahan berputar ke bawah, menggerus kilaunya, memaksanya menelan debu jalanan dan realita bahwa menjadi dewasa tidak seindah masa sekolah.

Kyungsoo yang dulu sempurna, kini hanyalah manusia biasa yang mencoba bertahan hidup di kota yang kejam.

Ia pikir, ia sudah melupakan masa lalu. Ia pikir, ia sudah membayar lunas karmanya dengan hidup yang pas-pasan ini. Sampai akhirnya, sebuah pintu kaca gedung pencakar langit terbuka, dan takdir menyapanya dengan selera humor yang paling buruk.

Karena di sana, di balik meja mahoni yang mengilap, duduk seseorang yang dulu pernah ia buang. Seseorang yang kini memegang kendali penuh atas nasibnya.

Bukan lagi sebagai bayangan. Bukan lagi sebagai pengganggu. Tapi sebagai Tuan Sempurna yang baru.

Dan Kyungsoo?

Kini dialah yang retak.

Notes:

I did my best..... so here we go. Edisi udah cinta Kaisoo tapi baru sekarang nyoba tes bikin ceritanya.....

This song
is the inspiration kkkkkkkkk. Dahlah y.