Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2022-07-15
Words:
749
Chapters:
1/1
Comments:
1
Kudos:
12
Hits:
223

Blur

Summary:

Untuk keduanya, ini cukup. Apa yang mereka inginkan, bertemu dengan apa yang bisa mereka lakukan.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Ketika Yujin dan Xiaoting berada di ruangan yang sama, saat itulah sebuah permainan antara keduanya dimulai. Permainan sederhana dimana keduanya mencoba menyulut satu sama lain se-subtle mungkin. Tatapan, senyuman, kedipan mata, sentuhan tangan, rangkulan, dan pelukan hangat menjadi contoh berbagai hal kecil yang seringkali mereka lakukan saat dirasa aman.

Atau terkadang, ketika mereka merasa sudah bertindak terlalu jauh dalam permainan sebelumnya, permainan lain dimulai. Menjaga jarak dan interaksi seminimal mungkin, mengabaikan keberadaan satu sama lain. Sebagai ganti, keduanya bersikap clingy kepada member lain. Siapa yang berhasil menahan diri untuk tidak menginisiasi interaksi, ialah pemenangnya.

Meski permainan tarik-ulur tersebut selalu dilakukan secara diam-diam, keduanya tahu member lain, staff, bahkan fans lambat laun mulai bertanya-tanya. Xiaoting dan Yujin bahkan pernah secara tidak sengaja mendengar percakapan member lain ketika sedang mengungkapkan rasa frustrasi mereka soal tingkah kedua member tertua itu, bagaimana mereka ingin keduanya segera berhenti berdansa di area abu-abu penuh ketidakjelasan, dan segera menjalin hubungan. Salah satu member, Dayeon, bahkan berharap keduanya bisa lebih peka mengenai perasaan satu sama lain.

Sebuah komentar yang menurut Yujin dan Xiaoting lucu.

Bertolak belakang dengan klaim Dayeon, keduanya sadar akan perasaan satu sama lain.

Yujin menyukai Xiaoting dan Xiaoting menyukai Yujin. Menyukai lebih dari sekadar teman. Dan permainan tarik-ulur kecil itu hanya salah satu cara mereka mengekspresikannya, yang hanya terjadi ketika ada orang lain di sekitar.

Begitu hanya ada Yujin dan Xiaoting, pengendalian diri menjadi sesuatu yang asing. Ketika terlindungi dari lensa kamera dan pandangan mata, perasaan keduanya terekspresikan dengan jelas dan lepas. Tidak ada permainan tarik-ulur dan candaan tanpa makna. Hanya tarikan yang menyatukan keduanya, disertai ucapan dan tindakan yang penuh kejujuran dan makna.

Namun bukan berarti keduanya berpacaran diam-diam.

Ini adalah sesuatu yang sudah keduanya diskusikan sebelumnya. Keinginan keduanya jelas: untuk saling menyukai dan disukai, dan merasakan serta mengekspresikannya sebisa mungkin. Halangannya? Mereka adalah idol yang berada di grup yang sama, dengan kontrak 2.5 tahun dan negara asal yang berbeda.

Keduanya sangat menyadari realita, apalagi Yujin yang sudah menjadi idol selama 7 tahun sebelum berjuang kembali untuk memperoleh tempat di sebuah grup baru. Kesempatan ini bukanlah sesuatu yang keduanya ingin sia-siakan begitu saja. Terlebih lagi, keduanya tidak ingin menarik member lain ke dalam masalah yang mungkin terjadi jika perasaan keduanya terungkap.

Bermain di wilayah abu-abu adalah jalan tengah yang mereka ambil. Mengekspresikan perasaan mereka dengan beberapa batasan, tanpa memberikan nama untuk hubungan tersebut dan tanpa memikirkan masa depan. Hanya fokus terhadap satu sama lain, di masa sekarang.

Seperti hari ini, dimana mereka menghabiskan hari promosi terakhir mereka menjadi tamu di sebuah variety show sembari menghindari satu sama lain, kemudian kembali ke dorm dan mengemas barang bersama. Pada waktu liburan kali ini, Xiaoting akan ikut Yujin kembali ke Jeonju, tempat keluarganya berada.

Para member lain berangkat untuk menikmati liburan malam itu juga, namun Yujin dan Xiaoting memilih untuk berangkat besok pagi. Alasan resminya adalah karena Jeonju tidak dekat dan mereka butuh istirahat setelah hari yang melelahkan. Alasan tidak resminya, mereka ingin menghabiskan waktu bersama hanya berdua sedikit lebih lama.

Setelah persiapan untuk liburan selesai, Xiaoting bergerak mendekati Yujin yang sudah selesai duluan dan membaringkan diri di atas tempat tidur sambil memainkan handphone, dan ikut merebahkan diri di sebelahnya. Seketika itu juga Yujin meletakkan handphone-nya, dan memberikan perhatian penuh terhadap roommate-nya untuk malam ini.

Sambil menghadap satu sama lain, keduanya secara natural mulai mengobrol, dengan antusias membicarakan rencana liburan mereka yang dimulai esok hari. Keduanya juga berbagi kenangan liburan masing-masing sebelum yang satu ini. Ketika Yujin dan Xiaoting bersama, percakapan selalu terasa mengalir begitu saja. Dan walaupun keduanya sebelumnya merasa lelah akibat bekerja seharian, rasa lelah itu terasa hilang begitu saja ketika keduanya bersama.

Obrolan terhenti pada dini hari, saat mereka sadar hanya tersisa 4 jam sebelum harus bersiap-siap untuk pergi. Yakin akan tiba di Jeonju dalam keadaan setengah sadar, keduanya hanya bisa tertawa.

Xiaoting mendekatkan diri untuk dapat merengkuh Yujin ke dalam pelukannya, dan Yujin melingkarkan lengannya di sekeliling pinggang Xiaoting. Keduanya kemudian saling menatap dalam diam, tanpa suara dan pergerakan, hingga akhirnya sama-sama mendekatkan wajah agar dapat bertemu di tengah dalam bentuk sebuah kecupan ringan. Setelahnya, keduanya kembali saling menatap, kebahagiaan terukir jelas di wajah.

"Good night."
"Night."

Tentu, mungkin untuk kebanyakan orang, wilayah abu-abu ini tidaklah cukup. Bahwa di akhir perjalanan singkat mereka, yang akan menyambut keduanya adalah perpisahan dan penyesalan. Penyesalan karena telah memulai situasi entah apa ini, atau penyesalan karena tidak pernah mengambil resiko untuk menjadi sesuatu yang lebih.

Namun untuk keduanya, ini cukup. Apa yang mereka inginkan, bertemu dengan apa yang bisa mereka lakukan.

/happymitsake/

Notes:

Haii, thank you udah baca! Sebenernya ga puas sama tulisan yang ini sih, tapi kayaknya kalo ngga diupload sekarang ya ngga bakal pernah diupload :'). So yeah, here it is! Kalo ada kritik, saran, pertanyaan, request, atau komen apapun itu bisa komen aja disini atau mampir ke secreto. Untuk karya lain, bisa juga liat di twitter. Sekian, thanks a lot for reading!

See you next time!